Friday, December 29, 2017

Melki laka lena : “Kabupaten Sikka istimewa bagi Golkar NTT”

NTT - Ketua DPD Golkar NTT Melki Laka Lena mengatakan kabupaten Sikka dipilih sebagai tempat konsolidasi partai karena Sikka adalah barometer politik NTT. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar NTT dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Sikka menggelar konsolidasi partai di Sikka, Kamis (28/12/2017) kemarin. Sikka juga memiliki barisan pendukung Golkar yang loyal terhadap partai berlambang beringin ini. “Kabupaten Sikka istimewa bagi Golkar NTT karena Sikka ini barometer politik NTT dan Sikka juga merupakan basis politik Golkar, karena itu, kami langsung turun ke sini,” ujar Melki dalam konferensi pers. Sebagai bagian dari konsolidasi partai, DPD Golkar Sikka menggelar musyawarah luar biasa (munaslub) untuk menggantikan Ketua DPD Golkar Sikka Rafael Raga yang dicalonkan Golkar sebagai wakil bupati mendampingi Yoseph Ansar Rera. Untuk sementara, ketua DPD Golkar Sikka dijabat oleh Anwar Pua Geno.
Melki menjelaskan keputusan untuk mengganti Rafael Raga sebagai ketua Golkar Sikka diambilnya sebagai langkah partai untuk memberi kesempatan baginya mempersiapkan diri menghadapi pilkada Sikka. “Tidak ada yang namanya diberhentikan tapi beliau yang letakan jabatannya supaya bisa konsentrasi urus pilkada. Jadi, jangan anggap kami berhentikan beliau. Kami tetap dukung beliau maju sebagai calon wakil bupati Sikka mendampingi pak Ansar,” ujar Melki. Hal yang sama juga disampikan oleh Anwar Pua Geno. Pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD NTT ini mengatakan pergantian pucuk pimpinan DPD Golkar Sikka dilakukan agar Rafael Raga konsentrasi mempersiapakan diri bertarung di pilkada Sikka. “Pa Rafael Raga harus konsentrasi pada pilkada serta mengerakan seluruh daya, kemampuan dan jaringan yang ada untuk menghadapi pilkada Sikka [..]. Pa Rafael Raga telah menyampaikan sikapnya untuk meletakan jabatannya dari partai Golkar,” ujarnya.

Sebagai Plt DPD Golkar Sikka, Anwar mengatakan melakukan konsolidasi internal dan mengelar rapat pleno DPD Partai Golkar Kabupaten Sikka yang diperluas dan dihadiri 8 kecamatan. Salah satu hasil dari rapat tersebut adalah keputusan untuk menggelar munaslub yang akan diadakan hari ini, Jumat (29/120217).

Thursday, December 28, 2017

Golkar Usung “LUKMEN” Di Pilkada Provinsi Papua 2018

PAPUA - Lukas Enembe dan Klemen Tinal  (LUKMEN) akan mendeklarasikan diri beserta partai pendukungnya untuk kembali maju sebagai sejoli pada petarungan mencari Papua satu, Pilkada Provinsi Papua 2018 mendatang. Pasangan yang dijuluki Lukmen Jilid II ini, disebut-sebut sudah mengantongi dukungan 10 partai pendukung yang nantinya akan memuluskan keduanya maju satu perahu pada pertarungan nanti, yakni Partai Demokrat (PD), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sosial (PKS) ditambah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB) nonseat. “Ya deklarasi pada 29 Desember sebagaimana waktu dari koordinasi parpol, alasannya karna tahun depan sudah masuk dalam tahapan persiapan berkas,” kata Koordinator Bagian Humas Deklarasi Lukmen Jilid II, Leo Siahaaan,
Deklarasi Lukmen Jilid II akan terbagi tiga segmen penting, deklarasi koalisi Papua bangkit jilid II, Deklarasi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pengukuhan tim kampanye Papua Bangkit. “Jadi tiga acara pokok inilah yang akan menjadi hajatan besar besok,” katanya sembari menambahkan intisari kegiatan yang juga tidak kalah penting saat penutupan nanti akan ditutup doa perutusan oleh pemimpin lima agama yang ada di Papua. Panitia juga sudah melakukan koordinasi sekaligus menyurat resmi kepada sejumlah pimpinan dan petinggi Parpol pendukung pusat. “kita mengundang semua pimpinan Parpol pendukung pusat, kami berharap bisa hadir,” katanya. Leo mengatakan, sebelumnya ada 8 Parpol yang sudah menyatakan dukungan terhadap Lukmen, tapi belakang ada penambahan dukungan dari PBB yang merupakan Parpol Non Seat juga menyatakan dukungannya untuk masuk bergabung dan mendukung koalisi Papua Bangkit. Juga informasi komunikasi terakhir dengan bakal calon Gubernur, Lukas Enembe, bahwa PPP yang memiliki satu kursi di DPRP juga memastikan dukungannya untuk Lukmen.

Disisi lain, terhadap kecenderungan adanya parpol lain yang belum masuk dalam dukungan, dan ingin bergabung dalam koalisi Papua Bangkit Jilid II, menurutnya pihaknya tetap membuka diri untuk parpol lain yang belum bergabung sepanjang belum pendaftaran di KPU. “Koalisi Papua Bangkit tetap membuka dan terbuka selama belum masuk dalam tahapan pendaftaran,” tutup nya.

Ketum Golkar Diminta Hidupkan Kembali Media Golkar Di Papua

PAPUA BARAT - Warga Papua Barat minta  Ketum Golkar Erlangga Hartarto menghidupkan kembali  koran Suara Karya Cetak mendampingi laman suarakarya.  karena media Golkar ini membantu  penyebaran  informasi  pembangunan di Indonesia secara profesional. “Kami berharap, Bung Airlangga Hartarto sebagai Ketum Golkar berpikir untuk menghidupkan semua aspek terkait di Golkar termasuk media legendaris “Harian Umum Suara Karya”. Media  ini  sudah lama menginspirasi  pembangunan di Indonesia termasuk  mengangkat informasi  tentang kaum  bawah ke tingkat nasional dan dunia,” kata Mikel Sam, warga Sorong .

Menurut Sam, mengembalikan kejayaan Partai Golkar seperti dahulu kala, bukan, pada tingkat organisasi  utamanya saja. Alat kelengkapan lainnya seperti  media informasi (koran Suara Karya), juga harus dikembalikan kejayaannya seperti dahulu lagi. Saat ini, sesuai perkembangan zaman ternyata suarakarya  juga sudah mendapat  tempat  di hati  masyarakat nasional hingga di Sorong Raya. Namun, akan makin kuat lagi ketika koran Suara Karya dihidupkan kembali untuk mendukung  keberadaan suarakarya  justru Partai Golkar makin kuat dari sisi informasi dan komunikasinya.
Berita-berita di suarakarya kini menjadi acuan bagi sejumlah pengambil keputusan di negeri ini termasuk di Papua dan Papua Barat. Setiap bangun pagi sejumlah pejabat dan masyarakat di Papua dan Papua Barat termasuk mungkin di daerah  lainnya di belahan Indonesia ini  mengakses  berita-berita di suarakarya. “Saya  bergerak di bidang swasta, jadi banyak mendapat informasi dari pejabat mau pun masyarakat tentang banyaknya berita-berita di Papua dan Papua Barat yang dimuat di media www.suarakarya.id. Dan , mereka juga  memanfaatkan berita-berita, terkait kebijakan pemerintah  yang dimuat di media sosial  ini.

Karena itu, dari timur Indonesia, warga  minta hidupkan kembali semua kelengkapan partai Golkar termasuk  koran suara karya. Jika media  cetak itu dihidupkan kembali maka awaknya  cukup  yang kini mengoperasikan www.suarakarya.id. Tak usah menambah awak yang lain karena menurut saya  wartawan dan pengelola  suarakarya  amat profesional dan  cocok untuk  mengoperasionalkan suara karya cetak tersebut mendukung  medsos  suarakarya.

Partai Golkar dan 5 Partai Lain Usung Mantra – Kerta Di Pilgub Bali 2018

BALI - Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang terdiri dari Golkar, Demokrat, NasDem, Gerindra dan PKS sepakat akan mengusung Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta di Pilgub Bali 2018. Namun, koalisi yang disebut 'Panca Pandawa' itu akan diresmikan Sabtu 30 Desember. Ketua DPD Gerindra Bali Ida Bagus Putu Sukarta, mengatakan, dalam Pilgub Bali sudah bulat mendukung Ida Bagus Rai Mantra sebagai calon gubernur. Menurutnya, saat ini dari partainya menyatakan lebih pas dengan sebutan Paket Mantra-Kerta. "Yang beredar di media massa selain itu (Mantra-Kerta) dari KRB abaikan saja dulu, kita justru kini menunggu detik-detik terakhir. Saya berani katakan paket Mantra-Kerta 100 persen jika kita sudah daftar di KPU," tegasnya didampingi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar Made Muliawan Arya atau De Gadjah di sela acara Pendidikan Politik Partai Gerindra Kota Denpasar, Kamis (28/12).
Untuk itu, lanjut Ida Bagus Sukarta, paket Mantra-Kerta akan segera dideklarasikan dan langsung didaftarkan ke KPU Bali. Rencananya, lanjutnya, paket Mantra-Kerta akan didaftar ke KPU Bali pada 8 Januari 2018 mendatang. "Deklarasi paket Mantra-Kerta secepatnya, bila perlu deklarasi langsung daftar ke KPU. Deklarasi sendiri saya sarankan di KRB tanggal 8 Januari 2018 sebelum daftar ke KPU Bali," ungkapnya.
Namun untuk tempat deklarasi, Ida Bagus Sukarta mengakui belum diputuskan lokasinya. Yang jelas, sambungnya, dirinya sudah berkomunikasi terkait Mantra-Kerta dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan akan bertemu setelah tahun baru nanti. "Yang jelas tempat deklarasi Paket Mantra-Kerta didekat ke KPU Bali sehingga bisa langsung daftar," jelasnya. Made Mudarta Ketua DPD Demokrat Bali meyakinkan, kelima partai yang mengusung pasangan calon Mantra-Kerta sudah diajukan ke DPP pusat masing-masing partai.

Hanya saja menurut dia, tinggal dari Golkar saja masih menunggu perubahan rekomendasi. Pasalnya hingga saat ini Ketut Sudikerta selaku ketua DPD Golkar Bali masih memegang rekomendasi sebelumnya sebagai calon Gubernur Bali. "Secara mufakat dari pihak Golkar sudah klop untuk paket Mantra-Kerta. Saat ini kita dari kelima partai hanya tunggu hasil rekomendasi dari masing-masing DPP nya, namun sudah dipastikan telah mendapat persetujuan untuk paket paslon kita ( Mantra-Kerta). Kemufakatan kita akan kita bahas 30 Desember ini," singkat Mudarta.

Gaung Politik Partai Golkar Gianyar Sudah Dimulai Jelang Pilkada 2018

BALI - DPD Golkar Gianyar mengumpulkan seluruh jajaran kader se-Gianyar di Puri Langon, Ubud. Menghadapi Pilkada Gianyar 2018, Golkar mulai memanaskan mesin-mesin politiknya. Silaturrahmi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu juga dihadiri oleh Cabup Gianyar yang diusung oleh Koalisi Gianyar Bangkit (KGB), Tjokorda Raka Kerthyasa alias Tjok Ibah. Dalam pertemuan itu, juga dihadiri ketua golkar gianyar Made Dauhwijana, bahkan pihaknya telah sepakat untuk memenangkan duet Tjokorda Raka Kerthyasa-Pande Istri Maharani (Kertha-Maha) di Pilkada. “Kami seluruh pengurus DPD Gianyar, PK (Pimpinan Kecamatan), PD (Pengurus Desa), Pokkar (Kelompok Kader) dan seluruh kader dan simpatisan Golkar Gianyar sudah sepakat untuk pemenangan Kertha-Maha,” tegasnya.
Tak hanya itu, bahkan pihaknnya optimis duet yang diusung oleh Golkar, Demokrat, Gerindra, dan PKPI akan dapat memenangi Pilkada 2018 mendatang. Pasalnya, duet ini menurutnya memiliki program-program yang mampu menandingi duet yang diusung PDIP yakni, Made Agus Mahayastra-Anak Agung Ngurah Mayun (AMAN). “Kami optimis lah, apalagi kami mengusung tagline anyar kan, perubahan untuk lebih baik,” paparnya. Dirinya juga mengatakan bahwa sosok tandem Tjok Ibah yakni Pande Istri Maharani alias Gek Rani merupakan fenomena baru dalam kancah politik Gianyar. Hal ini karena untuk pertama kalinya dalam sejaran ada sosok wanita yang ikut dalam kontestasi tersebut. “Apalagi, Gek Rani kan perempuan pertama yang maju di Pilkada Gianyar. Saya yakin itu akan membuat banyak yang milih. Dalam sejarah kan kalau ada calon wanita menang, di Tabanan, di Karangasem juga kan,” imbuhnya.

Dirinya juga berharap dua parpol yang belum menentukan sikapnya di Pilkada Gianyar 2018, yakni NasDem dan Hanura. Apalagi, salah satu partai, yakni NasDem sudah sepakat berkoalisi dengan Golkar di Pilgub Bali yang berlangung serentak dengan Pilkada Gianyar. “Kami berharap ada dua parpol yang belum menentukan sikap bisa bergabung bersama untuk perubahan Gianyar. Kan, NasDem juga bersama koalisi di Pilgub kan,” tandasnya. Dilain pihak pengamat sosial dan politik forum komunikasi angkatan muda muhammadiyah bali, Fachrudin Piliang mengatakan bahwa pemimpin gianyar kedepan adalah yang mempunyai visi budaya karena gianyar merupakan kabupaten yang kental dengan adat budayanya, Dan gianyar denyut ekonominya berasal dari pariwisata Dan biasanya, sehingga dibutuhkan sosok yang memahami terkait persoalan tersebut, sosok yang tepat adalah cok ibah. “Gianyar butuh sosok yang paham pariwisata Dan budaya, Dan itu hanya ada pada sosok cok ibah saja”. kata pria yang juga aktif di tunas muda indonesia raya (tidar bali).

Wednesday, December 27, 2017

Golkar Kab. Malaka Pilih Ibu Maria Theresia Un Manek

NTT - Sesuai hasil komunikasi Maria Theresia Un Manek bersedia diusulkan melalui Partai Golkar guna diproses lebih lanjut. DPD II Partai Golkar Kabupaten Malaka sudah sambangi Maria Theresia Un Manek guna meminta persetujuan beliau agar diusulkan Partai Golkar menjadi bakal calon wakil Bupati Malaka menggantikan mendiang Drs.Daniel Asa Almarhum. Dengan hasil itu dalam waktu dekat Partai Golkar akan berkonsultasi dengan Bupati Malaka dan hasilnya akan dibawa ke Propinsi untuk diproses lebih lanjut. Adrianus mengatakan pihaknya sudah melakukan audiensi dengan Ibu Maria Theresia Un Manek dan secara prinsip siap untuk dicalonkan jadi bakal calon Wabup dari Partai Golkar.

Dirinya melanjutkan hasil audiensi itu akan dikonsultasikan dengan Bupati Malaka sebelum diajukan ke Propinsi guna diproses lebih lanjut. ” Masuk kembali liburan tahun baru kita akan konsultasi dengan Bupati sebelum diajukan ke Propinsi. Kita harus konsultasi untuk memastikan apakah Bupati bisa bekerja sama dengan beliau kedepan” “Golkar pilih Ibu Maria Theresia Un Manek karena bisa bekerja sama dengan bupati jika disandingkan kelak. Ibu Maria juga salah satu pejuang dalam pilkada lalu dan kita optimis bisa bekerja sama dengan bupati Malaka jika kelak terpilih sebagai Wabup Malaka definitif”

Manuver Ketua DPD I Golkar Bali, Deklarasikan Kerta –Pasek di Pilgub Bali 2018

BALI - Ketua DPD Partai Golkar Bali Ketut Sudikerta alias SGB (Sudikerta Gubernur Bali) bermanuver bersama Partai Hanura membuyarkan paket Dharma-Kerta (pasangan calon IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta) yang digadang-gadang Koalisi Rakyat Bali (KRB) sehingga terancam bubar. Hal itu dipertegas pernyataan Sudikerta yang disampaikan dalam pertemuan dengan Korda Hanura Bali Ir. I Wayan Adnyana, SH, M.Kn di Sector Bar, Sanur, Rabu (27/12/2017). Menurut Korda Hanura Bali yang didampingi oleh Sekretaris DPD Hanura Bali Gede Wirajaya Wisna dan dihadiri oleh Bendahara Partai Perindo Bali dan Tim Hukum Sudikerta Togar Situmorang, SH, MH itu, diitengah terpaan berita isu bahkan cenderung hoax bahwa telah final paket Dharma-Kerta yang diusung oleh KRB dan akan dideklarasikan. “Bahkan telah didahului pemasangan baliho yang mengklaim telah final paket Kerta-Dharma adalah tidak benar adanya karena ternyata Sudikerta sama sekali tidak pernah memberikan persetujuannya bahkan berita dan baliho itu dibuat tanpa seizin beliau,” tegasnya.

Hal itu dikatakan sangat menyakitkan dan mendiskreditkan Sudikerta. Namun sebagai seorang petarung sejati, Sudikerta tetap tenang, sabar, humble menghadapi terpaan isu dan tekanan yang diberikan kepadanya. Bahkan Sudikerta tanpa terpancing emosinya membiarkan saja semua cobaan dan tekanan itu berlalu dengan sendirinya yang akan lekang termakan waktu karena semuanya tidaklah benar adanya. “Sudikerta menyampaikan bahwa ia sejak awal sudah jatuh hati dengan GPS dan hanya akan berpaket dengan GPS, walau karena menghormati dan menjalankan prosedur partai Golkar ia tetap mengajukan 3 kandidat yang diusulkan ke DPP Golkar sebagai Cawagub,” bebernya.
Tetapi dipertegas kembali, Sudikerta tidak pernah ingin pindah ke lain hati, apalagi menganggap GPS sebagai pecadang kuang. “Beliau tetap memposisikan GPS sebagai partnernya dalam Pilgub Bali 2018,” ujarnya seraya menyebutkan pernyataan itu disampaikan Sudikerta saat pertemuan. Adnyana juga menerangkan bahwa dari pertemuan tersebut telah disepakati untuk segera mendeklarasikan Koalisi Bali Dwipa Jaya yang terdiri dari Partai Golkar, Hanura dan Perindo dengan paket yang diusung yakni Kerta-Pasek. “Deklarasi akan dilakukan tanggal 29 Desember 2017 di Rumah Aspirasi Sudikerta. Kemudian dilanjutkan dengan nunas waranugraha dengan melakukan tirtayatra ke beberapa Pura di Bali pada tanggal 3 Januari 2018,” katanya sembari Adnyana menjelaskan bahwa deklarasi tersebut dimasudkan untuk meluruskan berita yang tidak benar tentang posisi sebagai Cawagub sekaligus menegaskan bahwa beliau tetap akan maju sebagai Cagub (SGB) dan berpaket dengan GPS seorang tokoh muda Bali berkaliber nasional yang memang sudah disepakati sejak awal dan paket ini didukung oleh Koalisi Bali Dwipa Jaya. “Kami tetap akan membangun komunikasi dengan partai lain untuk bisa mendukung dan bergabung dalam Koalisi Bali Dwipa Jaya. Kami tetap terbuka untuk menjalin kerjasama dengan partai lain yang bersamaan visinya untuk membangun Bali Dwipa Jaya” tegas Adnyana.

Lebih lanjut Adnyana menyampaikan bahwa baik Hanura maupun Perindo akan segera berkoordinasi dng DPP Partai masing-masing untuk mengajukan rekomendasinya. Disinggung tanggapan GPS, Adnyana menyampaikan bahwa sudah mengkomunikasikan hal tersebut dengan GPS dan akan segera membahas dengan Ketum Hanuta Oesman Sapta untuk rekomendasi paket Sudikerta yang diusung Golkar dan Hanura serta didukung sepenuhnya oleh Perindo. “Doakan ya, semoga semuanya berjalan lancar dan masyaraka Bali nantinya mendapatkan Pemimpin Bali yang bersih, berwibawa, santun, profesional dan berkomitmen tinggi untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat dan daerah Bali,” pinta Adnyana sekaligus membantah berita Korwil Bali, NTB, NTT DPP Partai Hanura Kadek “Lolak” Arimbawa dan 6 DPC Hanura di Bali mendukung paket Dharma-Kerta tidaklah benar. Hal tsb telah dikonfirmasi Korda kepada Korwil. “Pak Korwil menyampaikan memang benar hadir di rumah Gus Adhi, tetapi dalam rangka mejengukan. Bayangkan, hal ini dipelintir sbg bentuk dukungan paket Dharma-Kerta,” pungkasnya.